
Tanjung Raja, 20 Mei 2024- Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak yang diakibatkan dari kondisi kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan menurut usia kurang dari -2 standar deviasi (SD) pada kurva pertumbuhan WHO. Stunting telah menjadi isu kesehatan secara internasional maupun nasional. Berbagai upaya pencegahan telah dilakukan pemerintah untuk mencegah peningkatan kasus stunting di Indonesia. Keberhasilan upaya pencegahan ini tentu memerlukan partisipasi aktif multidisipliner, salah satunya dengan diadakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh tenaga pendidikan dan mahasiswa. Kegiatan pengabdian kepada masyakarat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu yang memiliki balita atau anak usia 0-5 tahun mengenai Hidup Bersih dan Sehat (HBS) sebagai upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini, yaitu penyuluhan kesehatan yang dilakukan secara luring di Desa Tanjung Raja Kecamatan Muara Enim. Sasaran kegiatan ini adalah 57 ibu yang memiliki balita dan berasal dari 17 rukun warga. Instrumen yang digunakan untuk mengukur dimensi pengetahuan sasaran adalah kuisioner yang diberikan sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan. Berdasarkan hasil analisis skor pre-test dan post-test didapatkan nilai p-value <.001 (<.05) yang menunjukkan program kegiatan ini memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan. Program kegiatan ini terbukti bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan ibu yang memiliki balita mengenai penerapan HBS sebagai upaya pencegahan stunting di tatanan rumah tangga. Saran untuk kegiatan selanjutnya adalah dapat ditambahkannya program pemantauan perilaku peserta setelah kegiatan dilaksanakan.

