



Desa Tanjung Raja, 30 Juli 2023 – Berita terbaru dari Desa Tanjung Raja, Kec. Muara Enim, Kab. Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, mencatat kesuksesan tiga rangkaian acara yang dilaksanakan oleh Tim KKN-PPM UGM unit SS-002 pada tanggal 29 Juli 2023 pukul 08.00 WIB. Acara ini berlangsung di Kebun milik Bapak Rahmat Hidayat, Dusun 3, Desa Tanjung Raja, Muara Enim, dan menghadirkan tiga agenda acara yang bermanfaat bagi masyarakat setempat.
Acara diawali dengan kata sambutan dari Nur Hamdyah, yang merupakan salah satu penanggung jawab acara, yang mengucapkan terima kasih kepada seluruh hadirin dan menyampaikan tujuan acara ini untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Desa Tanjung Raja dalam meningkatkan ketahanan pangan melalui pemanfaatan energi baru terbarukan. Nur Hamdyah juga menambahkan, “Kami berharap acara ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat kedepannya dan dapat diterapkan.”
Rangkaian acara pertama adalah sosialisasi terkait “Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar dalam Meningkatkan Pemanfaatan Perkebunan Karet Absentee” oleh Nur Hamdyah. Dalam kesempatan ini, Nur Hamdyah mengundang Dinas Perkebunan Muara Enim, yang diwakili oleh Pak Akbar Paripurna dan Mbak Windi. Dalam sosialisasi ini, mereka menjelaskan bagaimana mengoptimalkan pemanfaatan perkebunan karet dan memberikan informasi tentang pupuk yang bagus, cara bercocok tanam karet, serta persyaratan untuk mendapatkan bibit karet gratis dari pemerintah.
Pada acara kedua, Fiana Eka Aprilia menyampaikan pelatihan uji coba pembuatan briket arang dari limbah kayu. Para peserta sangat antusias dalam mengikuti pelatihan ini, bahkan ada audiens yang berencana untuk membuat briket arang sederhana tersebut dan menjualkannya. Fiana menjelaskan dengan rinci proses pembuatan briket arang yang melibatkan beberapa tahap. Pertama, limbah kayu dijadikan arang melalui proses penumbukan hingga halus dan menghasilkan serbuk arang. Selanjutnya, serbuk arang dicampur dengan aci untuk membentuk campuran yang padat dan mudah dibentuk. Setelah dicampur, campuran ini dicetak menjadi bentuk briket arang yang diinginkan. Briket arang yang telah dibentuk kemudian dikeringkan hingga mencapai konsistensi yang tepat sehingga bisa digunakan dengan optimal.
Fiana berharap agar masyarakat dapat mengimplementasikan apa yang telah dipelajari dalam pelatihan ini sebagai bentuk pengolahan sampah organik, mengingat permasalahan sampah menjadi salah satu fokus penting dalam daerah ini. Dengan memanfaatkan limbah kayu menjadi briket arang, masyarakat tidak hanya membantu mengurangi jumlah sampah organik yang dibuang begitu saja, tetapi juga menciptakan produk yang bernilai ekonomis. Fiana berharap bahwa dengan adanya kegiatan ini, akan muncul kesadaran baru di masyarakat tentang pentingnya daur ulang dan pemanfaatan kreatif limbah untuk menciptakan produk yang bernilai guna. Dengan demikian, diharapkan langkah kecil ini dapat berdampak positif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi beban sampah di daerah setempat.
Selanjutnya, Dinda Fitriya Nuraini membawakan sosialisasi tentang Eco Paving (Pembuatan Paving Block Berbasis Limbah Plastik). Dalam presentasinya, Dinda menjelaskan cara melelehkan plastik dengan mencampurnya dengan oli untuk menghindari efek gosong, sehingga dapat digunakan untuk pembuatan paving block yang ramah lingkungan.
Koordinator Mahasiswa Sub-Unit 2, Faqih Fathurahman, menegaskan bahwa acara ini juga memberikan kesempatan berharga bagi para mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat setempat. Ia berharap para mahasiswa dapat mengambil manfaat dari pengalaman ini dan berkontribusi lebih dalam pembangunan dan kemajuan masyarakat Desa Tanjung Raja.
Setelah acara berlangsung, diadakan makan siang bersama dengan para audiens, dan acara tersebut berhasil berjalan dengan sukses dan lancar. Diharapkan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan kerjasama yang lebih erat antara masyarakat setempat dengan Tim KKN-PPM UGM unit SS-002, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Tanjung Raja dan para mahasiswa yang terlibat. Semoga kegiatan ini menjadi langkah positif dalam mencapai ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan di daerah tersebut.

